Senin, 20 April 2020

MELIHAT DARI DEKAT PERPUSTAKAAN MASJID NABAWI


Bagi kaum muslimin bila sedang haji atau umroh rasanya rugi apabila ada kesempatan berada di kota nabi Madinah al Munawaroh tidak menyempatkan diri mampir di salah satu sudut masjid Nabawi. Bahkan ketika mengerjakan Arbain sekalipun kadang jarang kaum muslimin berkunjung kesana. Ruang apa itu, yaitu Perpustakaan Masjid Nabawi.
Ruang baca yang representatif, nyaman untuk membaca. Dok. Pribadi.
Perpustakaan Masjid Nabawi (bahasa Arab: مكتبة المسجد النبوي‎) adalah sebuah Perpustakaan modern yang terletak di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1352 Hijriah atas usulan dari Direktur urusan Wakaf Kota Madinah, Syaikh Ubaid Madani. Kepala Perpustakaan yang pertama adalah Ahmad Yasin al-Khiyari. Sebagian buku-buku yang ada di perpustakaan ini merupakan buku yang diwakafkan sebelum berdirinya perpustakaan baru, antara lain wakaf dari Perpustakaan Syaikh Muhammad Aziz al-Wazir yang telah mewakafkan perpustakaannya pada tahun 1320 Hijriah.
Rak koleksi buku, lengkap. Dok.Pribadi.

Perpustakaan ini berada di barat pintu masuk Masjid Nabawi, pintu 12 lantai 2 masjid nabawi. selain sebagai tempat untuk beribadah shalat, Masjid Nabawi juga memiliki sebuah perpustakaan modern dengan koleksi buku yang mencapai puluhan ribu.

                Koleksi buku terbilang cukup lengkap, terdiri dari berbagai macam tema, seperti sirah nabawiyah, sejarah kota Madinah dan Makkah, buku-buku tentang sejarah kehidupan Rasulullah, buku karangan Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii, Imam Hambali dan buku Ulumul Qur'an.

          Sebagian besar koleksi buku perpustakaan berbahasa arab, namun ada satu ruangan khusus yang menyediakan buku-buku dengan bahasa asing, diantaranya bahasa Indonesia, Inggris, Urdu,Turki dan beberapa negara lain di dunia. 
Ruang baca dari berbagai bahasa di dunia. Dok. Probadi.
        Ruang baca yang sangat lengkap, bersih  dan sejuk ini sayang apabila kita yang berkesempatan ziarah di makam Rasulullah saw di Masjid Nabawi tidak mampir melihat dari dekat sumber-sumber bacaan yang luar biasa, bahkan di setiap ruang baca juga disediakan sarana perpustakaan digital atau komputer. (Dari berbagai sumber).
Fasilitas komputer memudahkan pembaca mencari sumber bacaan. Dok.Pribadi


Sabtu, 11 April 2020

Cara cepat pohon berbuah

       Bagi para penggemar tanaman buah akan selalu berusaha bagaimana caranya agar tanaman  cepat berbuah secara produktif. Ada beberapa tips yang  biasa digunakan oleh para petani buah, mulai dari pemilihan bibit, penggunaan pupuk yang tepat, pemilihan media tanam yang subur dan sebagainya. Namun kali ini saya akan sampaikan tips yang selama ini saya praktekkan dan hasilnya sudah terbukti, yaitu dengan cara pemangkasan dahan pasca panen, khususnya dahan yangn sudah agak tua, gunanya untuk peremajaan dan juga merangsang tumbuhnya tunas baru, dan insya Allah akan segera diikuti dengan keluarnya bunga-bunga yang akan menjadi bakal buah. Penulis sudah praktekkan diantaranya pada pohon srikaya, jeruk lemon dan klengkeng. Semoga tips ini bermanfaat dan selamat mencoba. Berikut saya tampilkan video bagaimana cara pemangkasan yang tepat. https://youtu.be/y47ad4iR1XY

Jumat, 25 Oktober 2013

Tanaman Obat Alami untuk Wasir atau Ambeien



Ambeien atau wasir merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi atau pembengkakan pada usus besar. Ambeien disebabkan karena kebiasaan minum air putih yang sedikit. Kurangnya minum air putih menyebabkan pembuangan air besar menjadi keras sehingga usus menjadi luka. Lambat laun usus tersebut kemudian akan menjadi bengkak karena sering mengalami luka.

Gejala dari
penyakit ambeien ada beberapa indikasi tergantung dari tingkat keparahannya. Awalnya adalah keluhan-keluhan saat buang air besar seperti rasa panas, gatal, dan pedih juga nyeri di daerah sekitar anus. Gejala lain adanya benjolan lunak di dubur dan jumlahnya bisa lebih dari satu dan setelah buang air besar terdapat tetesan darah segar di daerah dubur. Jika anda merasakan gejala-gejala ini maka segeralah melakukan penanganan dengan tanaman obat tradisional ampuh atasi ambeien ini.
Tape Singkong
Makanlah tape singkong yang benar-benar masak (sangat lembek) secara rutin 3 kali sehari. Lakukan kebiasaan ini walaupun gejala ambeien sudah menghilang. Beberapa literatur menyebutkan bahwa tape dari bahan lain seperti tape ketan putih atau tape ketan hitam juga bisa mengobati ambeien,bahkan ambeien yang sudah parah sekalipun. Konon ragi yang terkandung pada tape bisa menyehatkan pencernaan dan saluran pembuangan.

Jambu Biji
Cuci bersih beberapa lembar pucuk daun jambu batu muda dan 1 buah pisang batu yang tidak dikupas. Haluskan dan peras hingga mengeluarkan air. Minum air perasan tersebut setiap hari secara rutin sampai penyakit ambeien sembuh.

Pisang Ambon
Caranya 1 buah pisang ambon di blender dan ditambah dengan susu murni sebanyak satu gelas. Minum selama 3 gelas sehari secara teratur selama seminggu

Kangkung
Cuci kangkung dengan air hangat dan di blender halus, kemudian saring airnya. Setelah itu campur dengan satu butir telor ayam kampung dan garam dapur secukupnya. Aduk hingga rata. Minum sehari sekali sebelum tidur.

Pegagan
Bersihkan dan potong-potong 5 tanaman pegagan berikut akarnya. Tambahkan 1 cangkir air panas dan didihkan sekitar 5 menit. Biarkan dingin lalu minum sedikit demi sedikit 1 cangkir sehari.

Semoga dengan resep tradisional ini bisa membantu Anda menyembuhkan ambeien. (berbagai sumber)

Rafting

Kali Elo Magelang, Ahad 20 Oktober 2013

Jumat, 02 Agustus 2013

TPQ Fadhlullah

Wisuda ke V TPQ Fadhlullah Desa Campurejo Kec. Boja Kab. Kendal
 "Khairukum man ta'allamal qur'ana wa 'allamahu"


Senin, 20 Mei 2013

IBUKU

Kau baik sekali
Kau sayang padaku
Kau telah mengandungku
                     Kau telah melahirkanku
                     Jika aku sakit
                     Kau yang akan menjagaku
                     Terima kasih ibu
                     I love you mom

Puisi karya Nuzulus Syifa 
Kelas 2c SDIT Cahaya Bangsa Semarang

Rabu, 23 Januari 2013

Tradisi Ketuin dan Wewehan di Kaliwungu Kendal

Tradisi saling memberi makanan kecil disaat memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Kaliwungu Kendal sebagai ajang silaturahmi antar tetangga.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Idul Fitri 1433 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin Minal 'Aidin wal Faizin

Sabtu, 14 Juli 2012

Berbenah Menyambut Ramadhan


Sebentar lagi seluruh umat Islam akan menjalan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan memang ibadah yang paling banyak ditunggu-tunggu umat Islam. Karena itu, dalam beberapa hari kedepan, untaian kalimat Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan patut kita kumandangkan.
           
Namun, marhaban ya Ramadhan sepatutnya bukan sekadar ucapan selamat datang yang terlontar dari mulut belaka. Bukan pula dengan berprilaku konsumtif, mengikuti ajakan iklan di tayangan televisi. Maklum, menjelang Ramadhan ini, berbagai komoditas yang diproduksi dengan sensibilitas keagamaan dilempar ke pasar dan diiklankan.

Tanpa kita sadari, umat Islam pada setiap momentum Ramadhan tiba selalu diposisikan sebagai konsumen potensial untuk meraup keuntungan bisnis. Sepertinya ibadah puasa nantinya kurang sempurna jika tidak mengkonsumsi makanan serta minuman tertentu yang diiklankan dengan mengatasnamakan agama.

Sungguh disayangkan jika kita termasuk ‘korban’ dan masuk kaum konsumtif. Subtansi penyambutan Ramadhan yang benar-benar diharuskan Islam telah kita tinggalkan. Yang ada hanya kita mengikuti ajakan konsumerisme, yang sebenarnya telah menjauh dari esensi penyambutan Ramadhan.

Marhaban ya Ramadhan, sepatunya kita menyambut bulan penuh keberkahan itu dengan berbenah diri. Perbuatan-perbuatan tercela, tidak terpuji, kebohongan, kemalasan dan perbuatan-perbuatan negatif yang (mungkin) kita telah lakukan sebelumnya harus segera ditinggalkan. Kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan jernih. Berbenah diri untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Ibadah puasa di bulan suci ini yang diwajibkan untuk orang-orang beriman di seluruh dunia bukan sekadar ibadah. Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lain. Sebab, puasa adalah ibadah ‘rahasia’. Artinya, orang itu berpuasa atau tidak hanyalah orang berpuasa itu sendiri dan Allah saja yang mengetahuinya.

Ramadhan adalah bulan penyemangat. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap muslim. Ramadhan sebagai “Shahrul Ibadah” harus kita maknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai “Shahrul Fath” (bulan kemenangan) harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai "Shahrul Huda" (bulan petunjuk) harus kita implementasikan dengan semangat mengajak kepada jalan yang benar, kepada ajaran Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad Saw.

Ramadhan sebagai "Shahrus-Salam" harus kita maknai dengan mempromosikan perdamaian dan keteduhan. Ramadhan sebagai “Shahrul-Jihad” (bulan perjuangan) harus kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan di muka bumi ini. Ramadhan sebagai “Shahrul Maghfirah” harus kita hiasi dengan meminta dan memberiakan ampunan.
Ramadhan juga sebagai bulan kesabaran, maka kita harus melatih untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam (QS. Ali Imran/3: 146).

Semoga dengan mempersiapkan diri kita secara baik dan merencanakan aktivitas dan ibadah-ibadah dengan ihlas, serta berniat “liwajhillah wa limardlatillah”, karena Allah dan karena mencari ridha Allah, kita mendapatkan kedua kebahagiaan tersebut, yaitu "sa'adatud-daarain" kebahagiaan dunia dan akherat. Semoga kita bisa mengisi  Ramadhan tidak hanya dengan kuantitas harinya, namun lebih dari pada itu kita juga memperhatikan kualitas puasa kita.

Mengakhiri hikmah ini, ada baiknya kita mendengarkan kisah Khalifah Umar bin Khathab. Suatu ketika Umar pernah menghukum Amru bin Ash, sang gubernur Mesir kala itu yang berbuat semena-mena terhadap seorang rakyatnya yang miskin.

Seorang gubernur yang bertugas di Hamash, Abdullah bin Qathin pernah dilucuti pakaiannya oleh Umar. Sang khalifah menyuruh menggantinya dengan baju gembala. Bukan itu saja, si gubernur diminta menjadi penggembala domba sebenarnya untuk beberapa saat. Hal itu dilakukan Umar karena sang gubernur membangun rumah mewah buat dirinya.
“Aku tidak pernah menyuruhmu membangun rumah mewah!” ucap Umar begitu tegas.

Esensi puasa Ramadhan juga memberikan nilai ajaran agar orang yang beriman dan bertakwa mengikuti tuntunan Nabi saw yang hidupnya sangat sederhana. Dalam sebuah hadist, Rasulullah juga bersabda, “Berhentilah kamu makan sebelum kenyang.”

Semoga di bulan Ramadhan nanti, kita bisa mengambil hikmah untuk bisa menjalankan hidup sederhana. Aamiin. (REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein)


Jumat, 29 Juni 2012

7 Amalan yang Pahalanya Mengalir Terus

Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.
Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.


2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.
Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam

(disadur dari Republika On Line)

Rabu, 25 April 2012

Inilah Sepuluh Alasan Mengapa Islam Mengharamkan Babi


Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi. Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.

Pertama, babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

Kedua, daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

Ketiga, menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

Keempat, Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

Kelima, babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.
Keenam, menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

Ketujuh, Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

Kedelapan, penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

Kesembilan, Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

Kesepuluh, DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.
Selain kesepuluh alasan diatas ternyata ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan oleh babi seperti kholera babi (penyakit menular berba-haya yang disebabkan bakteri), keguguran nanah (disebabkan bakteri prosilia babi), kulit kemerahan yang ganas (mematikan) dan menahun, Penyakit pengelupasan kulit, dan Benalu Askaris, yang berbahaya bagi manusia
Disadur dari : REPUBLIKA.CO.ID, 4 Maret 2012